Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Wahai Ibu Dari (Mantan) Kekasihku...

- Bu, dengarlah, kini ku sudah memutuskan Keputusan yang sudah ku doakan pada Tuhan Doaku semoga ini yang terbaik untuk ku dan anakmu Bu, lihatlah, kini ku memang sudah menyerah Menyerah pada semua perlakuanmu Perlakuan yang ku tak bisa jelaskan pada anakmu Bu, rasakanlah, kini ku sudah tak berperasa Perasaan yang sudah ku ikhlaskan jauh Jauh untuk menghindari anakmu Bu, sentuhlah, kini harus kau sentuh anakmu Sentuh dengan kasih yang kau inginkan Dan kasih yang anakmu akan lakukan Cukup Terima kasih sudah ingin mengenalku Aku yang diperjuangkan oleh anakmu Namun, kau harus mencampakkan aku Namun, ingatlah Kau masih memiliki tanggung jawab Terhadap anak perempuanmu kelak Akan kah karma ini berlaku? Atau kah hidupmu terlalu sempurna untuk itu? "Sudah kini ku lepaskan anakmu. Tak perlu lagi alasan untuk dapat aku dan anakmu perjuangkan. Karna aku punya harga diri keluarga yang tak bisa kau campakkan begitu saja. Aku, kamu, dan pernah menjadi kita."

Mimpi Buruk, Tapi...

- Bukankah ku pernah bilang kalau aku adalah manusia penuh mimpi? Ku tak pernah bilang bahwa mimpiku selalu indah Dan, hari itu terjadi - Mimpi, kata yang berarti pengalaman di bawah alam sadar Sudah jelas, di bawah alam sadar Sekalipun kau memaksa untuk membuatnya indah Sekalipun kau memaksa untuk membuat yang indah menjadi nyata Mimpi, ku rindukan segalanya yang indah Tapi mengapa, hari ini kau terlalu indah Bahkan, aku sampai tak kuat hati menahannya Mimpi, mengapa kau terlalu indah di hari ulang tahunku? Mimpi, kenyataan ini tak seindah yang ku mimpikan Mimpi, ini bukan lagi tentangmu Ah, sudahlah Sudah jelas hidupku hanya penuh mimpi Mimpi yang berbanding 180 derajat dari kenyataanku Tapi, apakah kau tahu, mimpi? Kau sudah menyelamatkan dunia nyataku yang menyedihkan Kau sudah menjadi pelangi lainku, setelah dia Kau sudah menjadi penghibur gelap tidurku "Dan kau, mimpi, terima kasih sudah menjadi pelita di hari ulang tahunku. Selamat Ulang T...

Wahai Ibu Dari Kekasihku...

- Jika saja kau tahu, betapa sayangnya anakmu padaku Jika saja kau tahu, betapa sulitnya melepaskan anakmu dariku Jika saja kau tahu, betapa berartinya diriku bagi anakmu Bu, dengarlah Ini pembicaraan hati seorang wanita Wanita yang menjadi kekasih anak laki - laki mu Wanita yang selalu ingin mendapatkan kasihmu Wanita yang selalu berharap kebaikan hatimu Duhai kasihku, dengarlah Ini pembicaraan hati seorang kekasih Kekasihmu yang kau tlah pilih dari sekian banyak wanita Kekasihmu yang selalu rewel terhadap apa yang kamu perbuat Kekasihmu yang selalu ingin kau tahu keluh kesah hatinya Kasihku, ku tlah mencoba melepaskanmu Melepaskan yang selama ini ku genggam erat Layaknya balon, ke-eratan itupun harus pecah Bukan karna duri, tapi karna ku menyayangimu terlalu Bahkan ku lupa cara untuk tidak memikirkan tentangmu Dalam doa - doa ku, kau slalu ku sebut Ku slalu meminta kepada Tuhan Demi semua kebaikanmu Sekalipun ku harus ditinggalkanmu untuk pendidikanmu ...