Langsung ke konten utama

Babies, let me...

Ini adalah cerita pertamaku di blog ini. Biarkan aku berimajinasi dengan mimpiku. Niatku hanya untuk berbagi tentang kisah dihidupku.



Aku, wanita yang memang tidaklah sempurna, bahkan jauh dari itu
Aku, wanita yang selalu tersakiti dengan segala kesakit-hatian yang disebabkan oleh mereka
Aku, wanita yang selalu merindukan betapa indahnya perbedaan tanpa ada yang tersakiti
Aku wanita yang memang hobby bermimpi dengan anganku

Namun,
yang ku tahu, mimpiku hanya akan berada di angan
Lebih dari itu, aku selalu berdoa, untuk?
Untuk Tuhan memberikan kesempatan lagi, lagi, dan lagi, bahkan masih lagi

Namun,
yang ku tahu, Tuhan mendengar itu semua
Lebih dari itu, Tuhan hanya ingin melihatku berjuang untuk dapat keluar, dari?
Dari segala ujian hidup yang diberikan

Namun,
yang ku tahu, ujian adalah cara Tuhan mengabulkan mimpi
Lebih dari itu, aku akan tetap selalu bermimpi, supaya?
Supaya hariku tidak akan kesepian

Saat semua orang menghina fisikku
Saat semua orang menghina hartaku
Saat semua orang menertawakan mimpiku
Saat semua orang membicarakan keburukanku
Saat semua orang ingin rasanya menghilangkanku

Dan,
disaat yang sama, itulah kekuatan mimpiku
Mimpi untuk tetap bangkit
Mimpi untuk tetap dapat membuktikan
Mimpi untuk tetap berhasil mendapatkan


"Disaat yang bersamaan, mimpiku mengalahkan semua mulut kalian yang tak pantas ku dengar sama sekali"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Untuk Kamu, June

... Teruntuk June, Sebelumnya aku ingin minta maaf kalau sikapku tak pantas Bukanlah wanita yang serjalan lurus tanpa persimpangan June, Awalnya kita hanya bercanda Awalnya aku hanya memujimu Awalnya kau hanya tersenyum Aku tahu ini sulit Aku juga tak ingin kau anggap semua dengan serius Ini serius, aku bercanda Aku pernah bilang, aku paling tak bisa melihat sepasang kekasih Mengapa? Karna aku tak sedang ingin memadu kasih June, ini terdengar menyakitkan Saat aku mengakui aku hanya butuh sosok seseorang Seseorang yang dapat menjadi tempat berbagiku Aku tahu kau tak ingin melukai dia yang jauh menunggumu sebelum aku Aku tahu kau menghargai bahkan menyayangi dia disana Aku sudah mendengarmu, kau sudah cukup lama memadu kasih Tapi, bercandaan ini sudah terlewat batas Aku tak ingin ini lebih lagi Sebelumnya ku sempat jutek Ini semua karna aku berusaha menjauhi hatiku Tapi aku tak bisa menjauhkan sosok seseorang tempat berbagiku Semoga kau mengerti, June ...

Wahai Ibu Dari (Mantan) Kekasihku...

- Bu, dengarlah, kini ku sudah memutuskan Keputusan yang sudah ku doakan pada Tuhan Doaku semoga ini yang terbaik untuk ku dan anakmu Bu, lihatlah, kini ku memang sudah menyerah Menyerah pada semua perlakuanmu Perlakuan yang ku tak bisa jelaskan pada anakmu Bu, rasakanlah, kini ku sudah tak berperasa Perasaan yang sudah ku ikhlaskan jauh Jauh untuk menghindari anakmu Bu, sentuhlah, kini harus kau sentuh anakmu Sentuh dengan kasih yang kau inginkan Dan kasih yang anakmu akan lakukan Cukup Terima kasih sudah ingin mengenalku Aku yang diperjuangkan oleh anakmu Namun, kau harus mencampakkan aku Namun, ingatlah Kau masih memiliki tanggung jawab Terhadap anak perempuanmu kelak Akan kah karma ini berlaku? Atau kah hidupmu terlalu sempurna untuk itu? "Sudah kini ku lepaskan anakmu. Tak perlu lagi alasan untuk dapat aku dan anakmu perjuangkan. Karna aku punya harga diri keluarga yang tak bisa kau campakkan begitu saja. Aku, kamu, dan pernah menjadi kita."

Hello, Oktober

Dear my best Hello in October, Tepat hari ini, aku bertemu dengan serpihan hati yang membuatku sempat kacau. Setelah ku akhiri September dengan melihatmu bersama wanitamu, kini ku bertemu benar tanpa tegur dan sapa. Aku tak harap itu, karna aku sudah tak ingin dibuat kacau untuk kesekian kali. Hari ini ku tulis cerita tentangmu kembali setelah apa yang kamu lakukan rasanya sudah tak pantas untuk ku kembali. Tetaplah, tetap dan jangan berubah. Aku mengenalmu yang liar, yang tak dapat ku duga - duga, yang sulit ku deskripsikan. Kamu dengan segala perkataan benci dari orang lain tetapi aku mampu dengan mudah jatuh hati padamu. Untuk kali ini, semoga Tuhan mengerti kalau aku akan terus berpura - pura tegar didepanmu. Aku ingat, bulan ini adalah bulan kelahiranmu. Sungguh amat berartinya kamu untuk orangtuamu. Saat kelahiranmu, ibumu berjuang untuk kamu dapat tetap hidup, untuk ibu dan kamu tetap hidup. Tunggulah, dan berterima kasihlah untuk tahun ke sembilan belas ini. Jika Tuhan tida...