Langsung ke konten utama

Virgo, Libra

Hallo Libra, Happy Birthday, Semoga Lo Inget Cerita Ini. Love Virgo.


    Libra, laki - laki yang pernah mengisi hari - hari Virgo. Kini, setiap pertemuan mereka sudah tak ada lagi tegur sapa.

     Virgo, wanita yang pernah menyayangi Libra. Kini, bertemu Libra adalah harapan terbesarnya setiap hari.




     Perkenalan Virgo dan Libra sudah sedari Sekolah Menengah Pertama. Sekolah mereka berada dalam satu kecamatan yang sama, hanya beda beberapa ratus meter saja. Pasti dari kalian punya teman yang karna jarak sekolahan kalian tak terlalu jauh jadi kenal bahkan akrab kan? Ya, itulah mereka, Virgo dan Libra.

     Bermula pada pesan online di Blackberry Messanger, mereka sudah berteman di kontak tapi tidak pernah saling tegur. Sampai saat itu, Libra mem-posting pernyataan kalau dia sedang mencari lagu - lagu dari group band lokal Last Child. Kemudian Virgo membalas postingan tersebut, Virgo menyampaikan kalau dia mengoleksi lagu - lagu dari band yang disebutkan.
     "Ada yang punya lagunya Last Child gak? Chat ya",  posting-an Libra.
     "Gue kebetulan punya, lo lagi nyari buat ngehafal pas pensi nanti ya?", balasan Virgo.
     "Serius punya? Iya, gue mau ngehafal lagu - lagunya, kalo lo gak keberatan, kirimin gue dong lagu - lagu last child yang lo punya", pintanya.
     "Iya bentar ya, gue kasih liat daftarnya dulu, biar gue kirim yang lo mau aja", jawab Virgo.
     "Gausah, kelamaan, keburu malem, ntar ganggu lo. Kirimin aja semuanya, kalo lo mau tidur, hpnya jangan dimatiin dulu, takut gak kekirim", sahutnya.

     *mengirim tangkapan layar playlist  band tersebut*

     "Yang gue tau cuma 8 ini, kalo mau langsung gue kirim aja ya, khawatir hp gue low, nanti malah gak jadi", jawab Virgo.
     "Iya semuanya aja, lo tidur aja, ini udah malem tapi hpnya jangan dimatiin, oh iya lupa gue, nama gue Libra masuk SMA Yadika, lo?", tanya Libra.
     "Gak bakal bisa tidur, mobil jalannya gak mulus gini. Gue Virgo, baru lolos seleksi di SMKN 4", jawab Virgo.
     "Lo lagi dimana? Ini udah malem loh. Lo cewe dan semalem ini masih dimobil? Sama siapa?", tanya Libra.

Pertanyaan Libra yang beruntut membuat Virgo merasa diperlakukan beda oleh Libra, semestinya tak seperti ini, karna ini adalah kesan pesan pertama mereka. Memang saat itu waktu tlah menunjukan pukul 23:45. Amatlah larut bagi remaja yang baru duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Suasana sunyi dalam mobil dengan earphone di telinga Virgo dan hanya satu lagu yang Virgo putar, yakni Dear God - Avenged Sevenfold.

     "Gue lagi dijalan sama keluarga gue, tol Merak gak sebagus tol Bandara, jadi maklum aja gak mulus jalannya. Maunya tidur tapi gak bisa", balas Virgo.
     "Lo di tol Merak? Mau kemana? Emang harus banget semalem ini ya dijalannya? Eh balesnya ntar lagi ya, gue mau main point blank dulu, kalo gue bales lama maaf ya hehehe", lagi, pertanyaan dari Libra.
     "Gue mau ke Lampung, ada urusan keluarga. Sebenernya dari jam 9 malem, cuma tadi pas mau masuk Cikupa macet parah karna ada penyempitan jalan, jadi jam segini baru mau masuk Merak. Iya gapapa, namanya juga laki gak kenal waktu", jawab Virgo.


Tak lagi terdengar nada pemberitahuan dari pesan, Virgo putuskan untuk tidur sampai ia tiba di kampung halamannya.
Paginya, Virgo terbangun, dia melihat tak ada satu pesan masukpun dari Libra, dan lagu - lagu yang dikirim sudah terkirim semuanya. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 06:30.
Hari - hari seperti biasa bagi Virgo. Banyaknya pesan masuk hanya dari grup kelasnya. Tiba - tiba yang tak diduga itupun datang.

     "Virgo, sorry semalem abis pb gue ketiduran, oh ya thanks ya atas lagu - lagunya. Btw, lo orang Lampung? Lampung mana?", pesan Libra.
     "Oh iya gapapa, sama - sama Libra. Bokap gue Palembang, cuma keluarga besar tinggal di rumah dinas Lampung. Di Lampung Utara nya", jawab Virgo
Tak lama berselang, pesan Virgo langsung dibaca olehnya.
     "Sumpah lo? Sama, keluarga gue juga Palembang - Lampung, cuma tinggal aja di Tangerang. Palembang gue di Komering, kalo Lampungnya di Kotabumi", jelasnya.
     "Iya sumpah. Oh ya? Sama dong. Keluarga bokap gue ada yang tinggal di Komering, tapi banyaknya di Palembangnya, kalo Komering cuma yang tetua aja. Lampungnya sama, gue juga di Kotabumi", jawab Virgo.
     "Aih gila sih lo, berangkat malem kuat aja, Kotabumi kan gak deket woy. Trus lo tidur gak? Dikapal bisa tidur gak?", tanyanya.

Obrolan di pesan itu semakin banyak, bahkan semakin larut. Tak terasa sedari siang ngobrol bersama sampai tidur. Besoknya masih berlanjut, Libra mulai peduli. Libra mulai memberikan perhatian yang lebih dari teman biasanya. Bahkan Libra mulai memberikan emoji - emoji yang lebih spesial.

Sudah hampir satu bulan Virgo di kampung halaman ayahnya. Itu berarti, sudah hampir satu bulan juga Virgo dan Libra saling bicara melalui pesan instan. Dan sudah tibanya Libra menyatakan perasaannya.
     "Virgo, gue mau ngomong sesuatu, tapi gue satu game lagi ya, nanggung nih, tungguin, pokoknya 23:00 gue selesai, janji, jangan tidur dulu", pesan Libra.

Virgo sangat bingung, baginya menahan kantuk di rumah neneknya sangatlah sulit. Bahkan 20:00, harus sudah berada di kamar, ya itulah peraturan yang harus di patuhi untuk perempuan dibawah usia 17 tahun. Dan pesan Libra tersebut di terima Virgo pada pukul 19:56.
     "Gila lo ya, disini gue gabisa begadang sewaktu gue di Tangerang, jam 8 gue udah harus dikamar, kalo udah dikamar gak mungkin gue gak ngantuk, dan lo nyuru gue nunggu sampe jam 11. Mau ngomong apaan sih? Pause dulu kek gamenya, lu voice note aja biar gampang, gausah capek ngetik", keluh Virgo.
     "Oke oke, lo rasain apa yang gue rasain, gue juga gitu tiap disana, makanya gue agak males balik kesana, apalagi gak ada pb hahaha. Gini, gue nyaman sama perlakuan lo. Gue suka cara lu terbuka sama orang yang gak lo akrab. Gue suka sama perhatian lo. Gue suka sama pengertian lo. Dan gue rasa, gue sayang lo", jelasnya.

*voice note di terima*
"Vir, mungkin gue bukan satu - satunya laki yang deket sama lo. Mungkin perkenalan kita konyol banget. Tapi gue gamau perhatian lo untuk gue diambil orang lain, jadi gue duluin ya. Vir, gue juga udah tau tentang lo dari Ali, pacarnya Zani. Vir, lo mau gak jadi pacar gue yang tetep bikin gue ngerasa di perhatiin bukan ngerasa di kekang?", jelas terdengar di telinga Virgo ucapannya.

     "Denger gue Libra, gue emang suka sama lo dari lo jadian sama Ika. Gue udah ngomong kok ke Ali kalo gue suka sama lo. Walaupun Ali pacarnya Zani, tapi Ali tau gimana hebatnya perasaan gue ke lo", jawab Virgo.
     "Lo ribet, tinggal jawab iya, pake wacananya panjang banget, tulis nama gue di status bbm lo, twitter lo juga, karna gue udah follow lo dari awal gue minta lagu hahahaha, makanya buka tuh twitter, jangan jadi pajangan aja", ketusnya.
     "Sumpah udah follow? Iya twitternya gue logout, soalnya males nerima dm dari komunitas hehehe. Yes, I do, Libra Raja Suhanda", jawab Virgo.
     "Oke nenek rempong, 10 Agustus 2013, lo cuma boleh perhatian sama gue ya sayang, balik dari kampung, kita ketemu, gue gamau sampe ada satu foto cowok pun di hp lu, gue lanjut game ya, tadi digantiin temen gue, gaenak. Lo langsung tidur, daerah rumah lo banyak begal walaupun disitu ada kodam, tetep aja posisi rumah lo cuma beda 5 rumah untuk ke kuburan yang seremnya minta ampun walaupun masih ada lahan kosongnya. Gausah minta aneh - aneh sama gue, gue cuma gamers, yang romantisnya gak bisa ditebak, malah gak romantis kali makanya gue dibilang playboy padahal gue cuma butuh orang yang perhatian kaya lo. Soal di bio twitter gue udah nulis nama lo dari sebelum gue vn ke lo, jadi gausah khawatir hahaha. Gue janji jam 11 tepat alias 23:00 gue bakal chat lu, bilang kalo gue udah selesai main gamenya. Jangan lupa lo ibadah, makan juga. Gue takut kesiangan makanya gue ngingetin sekarang. Libra sayang Virgo", jelasnya.


Itulah kekonyolan remaja, diberi pesan sepanjang itu langsung merasa dirinya adalah prioritas, padahal ada Tuhan dan segenap yang terdekat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Untuk Kamu, June

... Teruntuk June, Sebelumnya aku ingin minta maaf kalau sikapku tak pantas Bukanlah wanita yang serjalan lurus tanpa persimpangan June, Awalnya kita hanya bercanda Awalnya aku hanya memujimu Awalnya kau hanya tersenyum Aku tahu ini sulit Aku juga tak ingin kau anggap semua dengan serius Ini serius, aku bercanda Aku pernah bilang, aku paling tak bisa melihat sepasang kekasih Mengapa? Karna aku tak sedang ingin memadu kasih June, ini terdengar menyakitkan Saat aku mengakui aku hanya butuh sosok seseorang Seseorang yang dapat menjadi tempat berbagiku Aku tahu kau tak ingin melukai dia yang jauh menunggumu sebelum aku Aku tahu kau menghargai bahkan menyayangi dia disana Aku sudah mendengarmu, kau sudah cukup lama memadu kasih Tapi, bercandaan ini sudah terlewat batas Aku tak ingin ini lebih lagi Sebelumnya ku sempat jutek Ini semua karna aku berusaha menjauhi hatiku Tapi aku tak bisa menjauhkan sosok seseorang tempat berbagiku Semoga kau mengerti, June ...

Wahai Ibu Dari (Mantan) Kekasihku...

- Bu, dengarlah, kini ku sudah memutuskan Keputusan yang sudah ku doakan pada Tuhan Doaku semoga ini yang terbaik untuk ku dan anakmu Bu, lihatlah, kini ku memang sudah menyerah Menyerah pada semua perlakuanmu Perlakuan yang ku tak bisa jelaskan pada anakmu Bu, rasakanlah, kini ku sudah tak berperasa Perasaan yang sudah ku ikhlaskan jauh Jauh untuk menghindari anakmu Bu, sentuhlah, kini harus kau sentuh anakmu Sentuh dengan kasih yang kau inginkan Dan kasih yang anakmu akan lakukan Cukup Terima kasih sudah ingin mengenalku Aku yang diperjuangkan oleh anakmu Namun, kau harus mencampakkan aku Namun, ingatlah Kau masih memiliki tanggung jawab Terhadap anak perempuanmu kelak Akan kah karma ini berlaku? Atau kah hidupmu terlalu sempurna untuk itu? "Sudah kini ku lepaskan anakmu. Tak perlu lagi alasan untuk dapat aku dan anakmu perjuangkan. Karna aku punya harga diri keluarga yang tak bisa kau campakkan begitu saja. Aku, kamu, dan pernah menjadi kita."

Hello, Oktober

Dear my best Hello in October, Tepat hari ini, aku bertemu dengan serpihan hati yang membuatku sempat kacau. Setelah ku akhiri September dengan melihatmu bersama wanitamu, kini ku bertemu benar tanpa tegur dan sapa. Aku tak harap itu, karna aku sudah tak ingin dibuat kacau untuk kesekian kali. Hari ini ku tulis cerita tentangmu kembali setelah apa yang kamu lakukan rasanya sudah tak pantas untuk ku kembali. Tetaplah, tetap dan jangan berubah. Aku mengenalmu yang liar, yang tak dapat ku duga - duga, yang sulit ku deskripsikan. Kamu dengan segala perkataan benci dari orang lain tetapi aku mampu dengan mudah jatuh hati padamu. Untuk kali ini, semoga Tuhan mengerti kalau aku akan terus berpura - pura tegar didepanmu. Aku ingat, bulan ini adalah bulan kelahiranmu. Sungguh amat berartinya kamu untuk orangtuamu. Saat kelahiranmu, ibumu berjuang untuk kamu dapat tetap hidup, untuk ibu dan kamu tetap hidup. Tunggulah, dan berterima kasihlah untuk tahun ke sembilan belas ini. Jika Tuhan tida...